Rabu, 09 Desember 2015

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Bagi Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia

Secara umum pembelajaran berbasis komputer dapat dimasukkan dalam dua kategori yaitu komputer mandiri (standalone) dan komputer dalam jaringan. Perbedaan yang utama antara keduanya terletak pada aspek interaktivitas. Dalam pembelajaran melalui komputer mandiri, interaktivitas peserta ajar terbatas pada interaksi dengan materi ajar yang ada dalam program pembelajaran. 

Pada pembelajaran dengan komputer dalam jaringan, interaktivitas peserta ajar menjadi lebih banyak alternatifnya. Pada pembelajaran dengan komputer dalam jaringan dikenal dua jenis fungsi komputer, yaitu komputer server dan komputer klien. Interaksi antara peserta ajar dengan tenaga pengajar dilakukan melalui ke dua jenis komputer tersebut.
Institusi penyelenggara pendidikan jarak jauh menyediakan komputer server untuk melayani interaksi melalui website server, e-mail server, mailinglist server, chat server, sedangkan peserta ajar dan tenaga pengajar memakai komputer klien yang dilengkapi dengan browser (misalnya Netscape atau Internet Explorer), e-mail client (misalnya Eudora), dan chat client. Browser adalah program komputer yang berfungsi untuk membaca isi website. Sekarang ini, browser sudah banyak yang dilengkapi dengan e-mail client.


Selain berinteraksi dengan program pembelajaran, peserta ajar dapat pula berinteraksi dengan nara sumber dan peserta  ajar lain yang dapat dihubungi melalui jaringan dengan memanfaatkan e-mail atau mailinglis, serta mereka dapat mengakses program pembelajaran yang relevan dari sumber lain dengan mengakses website yang menawarkan program pembelajaran secara gratis.

Aspek yang menjadikan masalah bagi penerapan pembelajaran berbantuan komputer di Indonesia adalah masalah aksesibilitas, baik dalam arti akses fisik, maupun kemampuan memanfaatkan komputer untuk kegiatan pembelajaran oleh tenaga pengajar dan peserta ajar. Dari sisi akses fisik, penetrasi komputer di Indonesia pada tahun 2001 sebesar 0.56 % atau satu komputer untuk 176 pemakai. (Santiago, 2001). Sedangkan dari sumber lain diperoleh penetrasi internet di Indonesia sebesar baru sekitar 1% (Arbi, 2001)



Sekalipun angka-angka penetrasi tersebut di atas menimbulkan pesimisme akan pemanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran, namun kehadiran warposnet, warnet, dan WARINTEK 9000, dapat mengurangi pesimisme atau bahkan menimbulkan optimisme baru.

sumber : http://www.4shared.com/postDownload/uLA_4QsT/PERKEMBANGAN_TEKNOLOGI_by_EDI.html





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Universitas Muhammadiyah Malang   (UMM) Universitas Muhammadiyah Malang   (UMM) adalah   perguruan tinggi swasta   terakreditasi ...