PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Bagi Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia
Secara
umum pembelajaran berbasis komputer dapat dimasukkan dalam dua kategori yaitu
komputer mandiri (standalone) dan
komputer dalam jaringan. Perbedaan yang utama antara keduanya terletak pada
aspek interaktivitas. Dalam pembelajaran melalui komputer mandiri,
interaktivitas peserta ajar terbatas pada interaksi dengan materi ajar yang ada
dalam program pembelajaran.
Pada
pembelajaran dengan komputer dalam jaringan, interaktivitas peserta ajar
menjadi lebih banyak alternatifnya. Pada pembelajaran dengan komputer dalam
jaringan dikenal dua jenis fungsi komputer, yaitu komputer server dan komputer
klien. Interaksi antara peserta ajar dengan tenaga pengajar dilakukan melalui
ke dua jenis komputer tersebut.
Institusi
penyelenggara pendidikan jarak jauh menyediakan komputer server untuk melayani
interaksi melalui website server, e-mail
server, mailinglist server, chat server, sedangkan peserta ajar dan tenaga
pengajar memakai komputer klien yang dilengkapi dengan browser (misalnya
Netscape atau Internet Explorer), e-mail
client (misalnya Eudora), dan chat client. Browser adalah program
komputer yang berfungsi untuk membaca isi website. Sekarang ini, browser sudah
banyak yang dilengkapi dengan e-mail client.
Selain
berinteraksi dengan program pembelajaran, peserta ajar dapat pula berinteraksi
dengan nara sumber dan peserta ajar lain
yang dapat dihubungi melalui jaringan dengan memanfaatkan e-mail atau
mailinglis, serta mereka dapat mengakses program pembelajaran yang relevan dari
sumber lain dengan mengakses website yang menawarkan program pembelajaran
secara gratis.
Aspek yang
menjadikan masalah bagi penerapan pembelajaran berbantuan komputer di Indonesia
adalah masalah aksesibilitas, baik dalam arti akses fisik, maupun kemampuan
memanfaatkan komputer untuk kegiatan pembelajaran oleh tenaga pengajar dan
peserta ajar. Dari sisi akses fisik, penetrasi komputer di Indonesia pada tahun
2001 sebesar 0.56 % atau satu komputer untuk 176 pemakai. (Santiago , 2001). Sedangkan dari sumber lain
diperoleh penetrasi internet di Indonesia
sebesar baru sekitar 1% (Arbi, 2001)
Sekalipun
angka-angka penetrasi tersebut di atas menimbulkan pesimisme akan pemanfaatkan
komputer sebagai media pembelajaran, namun kehadiran warposnet, warnet, dan
WARINTEK 9000, dapat mengurangi pesimisme atau bahkan menimbulkan optimisme
baru.
sumber : http://www.4shared.com/postDownload/uLA_4QsT/PERKEMBANGAN_TEKNOLOGI_by_EDI.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar